Pengumuman Hasil UI Greenmetric 2020

UI GreenMetric merupakan inovasi yang telah dikenal luas di dunia internasional sebagai pemeringkatan perguruan tinggi pertama di dunia berbasis komitmen tinggi dalam pengelolaan lingkungan hidup kampus. Saat ini, UI GreenMetric of World Universities semakin mendunia dan banyak diikuti oleh perguruan tinggi di berbagai negara. Pada tahun 2020, jumlah peserta mencapai 912 universitas dari 84 negara di dunia, bertambah dari sebelumnya (2019) sebanyak 780 Perguruan Tinggi dari 85 negara. Beberapa negara yang baru bergabung di tahun 2020 adalah Kuwait, Lithuania, dan Belarusia. Di Indonesia, terdapat 88 Perguruan Tinggi yang telah berpartisipasi dalam UI GreenMetric. Penilaian UI GreenMetric 2020 dilandasi atas tiga pilar, yakni lingkungan hidup, ekonomi, dan sosial dengan bobot indikator penilaian yang terdiri atas Keadaan dan Infrastruktur Kampus (15%), Energi dan Perubahan Iklim (21%), Pengelolaan Sampah (18%), Penggunaan Air (10%), Transportasi (18%), serta Pendidikan dan Riset (18%) [1].

Alhamdulillah pada tahun 2020, di Lembaga Pendidikan Tinggi Yayasan Pendidikan Telkom (YPT), Akademi Telkom Jakarta berhasil meraih rangking kedua setelah Universitas Telkom dan menduduki peringkat ke 66 Nasional dari 88 Perguruan Tinggi yang sebelumnya (2019) peringkat 71 Nasional dari 72 Perguruan Tinggi yang telah berpartisipasi dalam UI GreenMetric [4]. Di tingkat Internasional, kami peringkat 816 rangking dunia dari 912 Perguruan Tinggi yang sebelumnya (2019) peringkat 767 dari 780 Perguruan Tinggi [3]. Dengan mengikuti UI Green Metric, semoga kampus Akademi Telkom Jakarta ini senantiasa terus berupaya menciptakan atmosfer atau suasana kampus yang menyejukan, nyaman dan menyenangkan bagi para mahasiswa, pegawai maupun stakeholder dalam kehidupan sekitar kampus. Pemeringkatan ini juga dapat di lihat pada laman website resmi UI Greenmetric yaitu http://greenmetric.ui.ac.id/ berikut dengan detil kategori penilaiannya. Selanjutnya, berbagai upaya penghijauan dilakukan seperti penanaman pohon dan pembuatan sumur resapan biopori pada kampus Akademi Telkom Jakarta.

 

 

Banyak orang yang tidak menyadari bahwa kebiasaan sederhana seperti membakar sampah di tempat terbuka tanpa pengawasan merupakan salah satu penyumbang tertinggi polusi udara. Padahal, lebih dari 40 persen pembakaran sampah di seluruh dunia memberikan kontribusi yang cukup besar pada perubahan iklim. Selama pembakaran, partikel merkuri dan hidrokarbon aromatik polisiklik akan dilepaskan. Dalam kadar yang banyak, partikel ini dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti gangguan saraf, kanker, dan jantung [6].

Beragam implementasi teknologi di Akademi Telkom Jakarta, seperti pengelolaan limbah dengan mesin insinerator (Gambar 1), yaitu alat pembakar sampah dengan suhu tertentu sehingga diharapkan menghasilkan asap sesedikit mungkin (smokeless) dan dapat mengurangi polusi udara. Pada tahap awal, pembuatan insinerator dilengkapi dengan sensor pengukur kualitas udara, untuk mengukur sejauh mana efek asap yang ditimbulkan dari pembakaran insinerator ini. Untuk selanjutnya alat insinerator ini akan dikembangkan menggunakan sistem berbasis artificial intelligent dan pemanfaatan big data dalam pemantauannya [7].

Yang kedua, penanaman hidroponik yaitu budidaya tanaman yang mamanfaatkan air dan tanpa menggunakan tanah sebagai media tanam atau soilless juga dalam progress dan ditargetkan selesai bulan Maret tahun 2021 ini [2]. Dan yang tak kalah penting, implementasi Solar Cell yang merupakan pembangkit listrik yang mampu mengkonversi sinar matahari menjadi arus listrik. Energi matahari sesungguhnya merupakan sumber energi yang paling menjanjikan mengingat sifatnya yang berkelanjutan (sustainable) serta jumlahnya yang sangat besar [5]. 3 hal ini adalah upaya keras yang sudah dikerjakan dari hasil kolaborasi para peneliti (dosen) antara Telkom University dan Akademi Telkom Jakarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *