Capaian PMB Akademi Telkom Jakarta 2019 – 2020

Sebagai kampus yang hanya memiliki satu Program Studi tentunya ada keterbatasan dalam hal Penerimaan Mahasiswa Baru, hal ini karena hanya ada satu pilihan Program Studi yang ditawarkan. Begitu juga dengan kampus Akademi Telkom Jakarta yang hanya memiliki satu program studi. Secara statistik capaian PMB di Akademi Telkom Jakarta mengalami fluktuatif dengan capaian terbesar mahasiswa baru sejumlah 186 yang dicapai pada tahun 2017/2018. Keberlangsungan Akademi Telkom Jakarta yang berdiri dari tahun 2002 meskipun hanya 1 program studi D3, salah satunya karena didukung oleh faktor Program Studi yaitu Teknik Telekomunikasi  yang merupakan Prodi yang masih jarang dimiliki oleh kampus lain, sementara demand tenaga teknisi telekomunikasi masih cukup tinggi seiring dengan perkembangan dunia ICT.

Grafik Capaian Penerima Mahasiswa Baru
Sebaran Jalur Capaian PMB

Grafik Capaian Penerima Mahasiswa Baru

Sebaran Jalur Capaian PMB

Kondisi PMB tahun terakhir merupakan kondisi awal Pandemi Covid-19 sehingga capaian PMB hanya sekitar 50 % dari target, selain itu jalur penerimaan di dominasi dengan jalur JPA (Jalur Prestasi Akademik) baik dari nilai raport, nilai UJian Nasional, dan Nilai Ujian Masuk PTN.

Berdasarkan sebaran daerah asal, mahasiswa baru Akademi Telkom Jakarta cukup beragam. Jika direkapitulasi dari tahun 2017 s.d 2020 dapat dikatakan asal daerah mahasiswa baru Akademi Telkom Jakarta berasal dr hampir semua Propinsi di Indonesia walaupun secara jumlah masih minimal.

Asal daerah mahasiswa rata-rata terbanyak berasal dari Jabodetabek, setiap tahun dapat mencapai hampir 60% dari total mahasiswa. Selebihnya dari propinsi-propinsi lain. Asal mahasiswa terjauh berasal dari Papua New Gini berjumlah 1 orang. Beberapa mahasiswa juga berasal dari daerah perbatasan negara, seperti Aceh, Papua dan Kalimantan.

Sebaran Daerah Asal Mahasiswa Baru

Sebaran Asal Daerah Mahasiswa Baru

Untuk menjaring calon mahasiswa baru dilakukan sosialisasi dan presentasi. Dikarenakan masa Pandemi saat ini sosialisasi dilakukan hampir 75 % secara online dan presentasi dilakukan 100 % secara online. Selain itu untuk menjangkau daerah-daerah yang jauh, tim admisi aktif melakukan digital marketing baik melalui web Maupun beberapa akun media sosial. Hal ini sebenarnya secara langsung mendorong greenmetric karena beberapa aktifitas yang biasanya dilakukan secara onsite dimana dibutuhkan materi cetak (kertas untuk brosur/flyer dan spanduk digital) dengan online materi cetak tersebut tidak lagi diperlukan (paperless) kalaupun diperlukan hanya sekitar 25 % dari biasanya. Selain itu juga untuk mendukung aktifitas onsite diperlukan kendaraan sebagai saran transportasi yang jelas dapat menyumbang polusi untuk lingkungan. Dengan online kebutuhan transportasi jauh lebih sedikit dibanding sebelumnya. Hanya memang secara online dibutuhkan kreatifitas tinggi dalam hal penyampaian informasi kampus supaya pesan yang akan disampaikan dapat diterima dan menarik bagi calon mahasiswa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *